Ilmuwan dan Penemu Sains Modern
Sejak tahun 570 tahun sebelum masehi hingga sekarang, telah banyak bermunculan ilmuwan dan penemu ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Kiranya penulis sadar masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan blog ini, saya harapkan kritik dan saran dari pembaca yang akan saya jadikan perbaikan untuk tulisan-tulisan selanjutnya.
Senin, 25 November 2013
Jumat, 25 Oktober 2013
JAMES WATT
" JAMES WATT 1736 - 1819"
James Watt, terkenal dengan pengembangan mesin uapnya. Dia memproduksi
mesin bertekanan rendah dengan menciptakan kondensor terpisah dan mendesainya
dengan detail serta menjalankannya pada skala besar. Dia lahir di Greenock,
sebelah barat Skotlandia. Saat kecil dia lincah tetapi mempunyai masa lalu yang
suram, kemudian tumbuh menjadi orang hebat yang ahli dalam bidang mesin dan
karena kemiskinan yang mencerita keluarga ia bekerja sebagai montir pada usia
18 tahun di Glasgow dan kemudian dikirim ke London. Tiga tahun kemudian dia menjadi
ahli mesin di universitas Glasgow. Bengkelnya banyak didatangi oleh
professor karena kepandaiannya dalam banyak hal, juga keahlian, sederhana dan
sifat keterbukaannya. Black juga berteman dengan ahli mesin 8 tahun lebih muda
darinya yang selalu berlawanan sifatnya. Hubungan persahabatan dua orang ini
tetap menjadi istimewah dan mereka saling mendukung. Itulah yang dilakukan
Black terhadap Watt ketika menemukan kesulitan.
Pada tahun 1759, Watt mempelajari mesin uap pompa untuk pertama
kalinya. Dan disebut dengan "mesin api" yang pada saat itu masih
jarang ditemui. Hingga akhirnya universitas di London memiliki sebuah contoh
mesin. Namun masih dalam perbaikan. Mesin tersebut dikirim ke Watt atas
permintaannya untuk diperbaiki tetapi tidak sampai tahun 1763. Dalam kurun
waktu tersebut, Watt telah membuat sejumlah percobaan dengan Papin digester
menjadi ketel uap yang menggunakan pengisap dan silinder. Dia juga telah
mempelajari semua yang diperoleh dari buku dan Black selalu membantunya. Dia
melihat tekanan uap. Jika ketel uap tersebut dipanaskan maka akan dapat
menjalankan mesin. Tanpa menggunakan tekanan udara (hingga saat ini digunakan
mesin dengan tekanan tinggi, seperti lokomotif), tetapi pada saat itu tidak
dipikirkan dahwa ketel uap tersebut dapat bertahan dengan tekanan tinggi secara
aman. Sehingga dibutuhkan ketel uap yang cukup besar. Tidak diragukan lagi
mengapa Papin, mesin dengan tekanan rendah lebih disukai sehingga uap hanya
digunakan dalam bentuk kosong.
Langganan:
Postingan (Atom)